“Seribu kata tidak akan meninggalkan kesan yang begitu dalam dibandingkan dengan satu perbuatan.” (Henrik Ibsen)
Di masa pertumbuhanku, ayahku selalu menghentikan apa yang sedang dia kerjakan dan mendengarkanku saat aku begitu bersemangat menceritakan apa yang telah kualami seharian. Baginya, tidak ada hal yang dilarang. Ketika aku menjadi anak berusia 13 tahun yang tinggi dan langsing, Ayahku melatihku mengenai bagaimana cara berdiri dan berjalan seperti seorang putri. Pada saat usiaku 17 tahun dan sedang jatuh cinta, aku minta nasihatnya mengenai cara menggaet seorang murid baru di sekolah. “Pertahankan cara bicaramu agar tetap netral,” katanya menasihatiku. “Dan tanyakan kepadanya tentang mobilnya.” Read the rest of this entry »






















