Liga Pertanian 2009: Forester FC (2) – (1) Peternakan FC


forester_fc

Forester FC di Liga Pertanian 2009

Setelah penampilan ‘pas-pasan’ tim Forester FC ketika melakoni pertandingan terakhir penyisihan grup melawan BDP, akhirnya di partai semifinal Forester menunjukkan permainan cantik yang sanggup mencuri perhatian suporter lawan. Pelatih Wawan yang masih mengandalkan satu orang striker murni mampu meramu tim yang kompak dan bermain taktis. Kerjasama tim yang sangat rapi membuat barisan penyerang Peternakan frustasi.

Penampilan luar biasa Forester diawali dengan sejumlah serangan dari  sayap yang mengancam gawang Peternakan. Setelah sejumlah kesempatan yang terbuang, akhirnya di menit ke-10 pemain bernomor punggung 10 Fuji berhasil menyarangkan gol dengan tendangan placing yang tidak mampu diraih kiper lawan. Sontak saja suporter Forester FC berdiri dan melompat-lompat kegirangan.

Kecolongan satu gol membuat pasukan Peternakan kebakaran jenggot. Dengan menyajikan permainan terbuka, Peternakan mengubah situasi dan lebih banyak menguasai bola. Namun, kesigapan barisan belakang Forester yang dikomandoi Ardiansyah menyebabkan Peternakan tidak mampu melepaskan tembakan langsung ke arah gawang. Hingga babak pertama usai, kedudukan masih bertahan 1-0 untuk keunggulan Forester.

Di sepanjang pertandingan babak pertama, ada satu formasi mencolok yaitu barisan pertahanan Forester. Pada pertandingan tersebut terlihat 4 pilar barisan belakang Forester FC tampil bersama, dimana di sepanjang babak penyisihan tidak pernah tampil bersama. Formasi barisan belakang yang terdiri dari Abdullah, Syarifulah, Zeplin, dan Ardiansyah mampu mengamankan barisan belakang dari gempuran tim lawan. Praktis, di babak pertama penjaga gawang Rio tidak terlalu bekerja keras dalam mengamankan gawangnya. Kerjasama apik pemain belakang juga mendapat sokongan dari barisan gelandang yang siap menutup celah yang ditinggalkan. Sejumlah adu sprint yang dilakoni sayap kiri Peternakan selalui ditandingi oleh kecepatan bek sayap Syarifullah yang tidak pernah membiarkan bola melewati hadangannya. Umpan-umpan silang lawan yang kurang sempurna juga dapat dipatahkan dengan muda oleh Zeplin dan Ardiansyah. Serangan dari sayap kiri Forester oleh Abdullah juga sering merepotkan pertahanan Peternakan. Namun, di awal babak kedua Abdullah terpaksa digantikan oleh Hendra karena cidera.

Forester yang mengkombinasikan permainan sayap dan lapangan tengah mampu memenangkan penguasaan bola di sepanjang laga. Namun sebuah serangan balik yang dibangun Peternakan sekitar menit 65 dari sayap kiri tidak dapat dihalau pemain sehingga tercipta gol balasan yang dilesakkan oleh kapten Peternakan nomor punggung 4. Keberhasilan mencetak gol balasan dirayakan kapten Peternakan dengan sebuah selebrasi yang terkesan provokatif. Dengan jelas pemain bernomor punggung 4 tersebut menempelkan jari telunjuknya ke bibir dan mengarahkannya ke suporter Forester. Selebrasi tersebut terkesan agar suporter Forester berhenti bersorak. Kecewa dengan gol balasan, suporter Forester justru menambah sorakan-sorakan semangat kepada pemainnya meskipun sesekali terdengar sorakan sindiran terhadap Peternakan. Gemuruh suporter Forester di tribun seperti mengembalikan spirit setiap pemain. Menanggapi gol balasan Peternakan, pelatih Wawan melakukan pergantian pemain terhadap pemain nomor 13 yang digantikan pemain bernomor punggung 12.

Perubahan formasi pemain cukup merubah permainan Forester yang semakin menyerang. Hasilnya di menit ke 70 striker Forester nomor 9 dilanggar bek lawan di kotak pinalti dan wasit segera menunjuk titik putih. Meskipun diawali sedikit protes dari pemain Peternakan akhirnya wasit tetap menghadiahkan pinalti kepada Forester. Fuji yang bertindak sebagai penendang tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan menendang ke pojok kiri atas gawang lawan dan merubah kedudukan menjadi 2-1 untuk keunggulan Forester. Gol kemenangan tersebut ternyata menimbulkan kegembiraan yang berlebihan bagi sejumlah suporter, official tim, bahkan pelatih Wawan sendiri yang membalas dengan gerakan yang sama oleh selebrasi gol pemain Peternakan sebelumnya di hadapan suporter Peternakan. Selebrasi tersebut ternyata menyulut emosi suporter lawan yang kemudian berakhir ricuh. Namun kesigapan panitia dan suporter lainnya mampu meredam situasi yang memanas. Dikarenakan aksi tersebut, pertandingan terpaksa di tunda dan dilanjutkan pada hari Sabtu, 16 Mei 2009. Di pertandingan lanjutan ini ternyata Peternakan tidak hadir sehingga secara otomatis Forester menjadi pemenang. Hasil ini menjadikan Forester FC akan berjumpa dengan Teknologi Pertanian di Final yang sebelumnya mengalahkan BDP.  Final sendiri akan dilangsungkan di Stadion Mini USU pada hari Senin, 18 Mei 2009.

Bravo Forester FC. Dream come true.(DZ)

2 responses to “Liga Pertanian 2009: Forester FC (2) – (1) Peternakan FC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s