Asal Kata “Easter”


Apakah anda tahu tentang sejarah kata “Easter” (Paskah)?
Easter merupakan kata bahasa Inggris yg berasal dari akar kata
bahasa proto-Germanic yang memiliki arti “to rise” (atau bangkit).
Dalam bahasa Jerman kontemporer kata “oest” dan dalam bahasa
Inggris kata “east” — keduanya memiliki arti timur — petunjuk
arah saat matahari terbit (to rise — bangkit dari kegelapan malam)
di pagi hari; ini menjadi akar kata untuk “Easter”. Fakta ini tidak
hanya menunjuk pada kebangkitan Yesus dari kematian, namun juga
kenaikanNya (to rise) ke Surga dan nanti saat kita terangkat (to
rise) ke Surga bersama-sama dengan Yesus Kristus saat Dia datang
kembali untuk menghakimi dunia.

Ada sebagian orang yang tidak percaya dan dianggap tidak benar
bahwa kata ‘Easter’ berasal dari ‘dewi Oestar’ (Germanic) ataupun
‘dewi Ishtar'(Babilon). Kedua dewi ini merupakan simbol kesuburan
yang menunjukkan datangnya musim semi, kehidupan baru dan
pembaharuan. Penyimpangan kata ‘Ishtar’ dapat dijumpai dalam
Alkitab sebagai pahlawan wanita Yahudi yang bernama ‘Esther’, yang
mengabaikan keselamatan nyawanya sendiri demi kepentingan bangsanya.

Menurut sejarah, kebangkitan Yesus merupakan saatnya bersukacita,
bergembira dan penuh perayaan. Banyak gereja menggunakan warna-warna
cerah untuk menghias mimbar dan altar dan biasanya warna putih dan
emas. Putih melambangkan kesucian dan kebangkitan, emas melambangkan
kemenangan. Beberapa gereja juga mengadakan jamuan pesta jemaat, yang
mengingatkan bahwa jamuan pernikahan Anak Domba hanya dapat terjadi
karena kematian Tuhan Yesus dan kebangkitanNya. Kebanyakan gereja
mengulangi pernyataan yang diambil dari Injil dan telah dibakukan
oleh gereja di awal abad kedua :
Dia telah bangkit! Sesungguhnya Dia telah bangkit!
(He is Risen! He is Risen indeed!)

Sumber asli: Gretchen Passantino dalam Situs Web “Answers in Action” http://www.answers.org/

Terjemahan oleh: http://sabda.org/publikasi/misi/2000/13/

2 responses to “Asal Kata “Easter”

  1. terima kasih atas kunjungannya…..
    menanggapi kisah tersebut, saya hanya bisa mengatakan, bahwa kebenaran yang dipahami manusia bahkan seorang pendeta sekalipun adalah terbatas adanya pada logika dan pengertiannya sendiri………masalahnya tidak ada seorang hamba atau manusia yang mampu mengerti betul akan cara berpikir Yang Kuasa, jadi ketika dihadapkan dengan logika seorang manusia biasa, kita sering tidak mengerti apa maksud Tuhan. Untuk itu kita sebagai manusia biasa perlu meminta pengertian dan pehwahyuan dari Tuhan akan segala keputusan yang harus kita ambil ketika dihadapkan kepada suatu pilihan, agar Tuhan tunjukan jalan kebenaran dan kehidupan yang hakiki. Jadi kalau pengertian Tuhan sendiri yang sudah ada pada kita, maka kita tidak bisa lagi membantahnya……

    Kiranya terjalin saling pengertian……..🙂

  2. Terima kasih atas kunjungan kembalinya saudaraku….
    Maaf sebelumnya, saya memang bukan seorang penelaah Alkitab yang mempelajari secara khusus ayat demi ayat. Dan sepertinya saudaraku lebih banyak mengenal dan mengingat ayat demi ayat di Alkitab dibandingkan saya. Jadi maaf jika saya tidak bisa menanggapi penjelasan saudara menggunakan ayat Alkitab. Apalagi menggunakan penggalan-penggalan ayat yang “krusial” adalah penting untuk melanjutkan dengan ayat-ayat lainnya agar semuanya KLOP (alias mengerti sepenuhnya dan bukan mengerti setengah-setengah), karena Alkitab adalah Firman dan Firman adalah Tuhan itu sendiri dan Tuhan adalah Esa.

    Ada 1 hal lagi yang menjadi perhatian saya, yaitu pada poin no.6. sebaiknya perlu dibaca ayat selanjutnya untuk mengerti seluruhnya.

    O iya, ini ada link bagus yang mungkin bisa memberkan pengertian lebih lanjut bagi saudara. silakan buka: http://forumkristen.com/komunitas/index.php?topic=14289.0

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s