Tebu (Saccharum officinarum)


tebu

Tebu (Foto: http://www.produknaturalnusantara.com)

Klasifikasi Ilmiah

  • Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
  • Super Divisi: Spermatophyta (Tumbuhan yang menghasilkan biji)
  • Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan yang memiliki bunga)
  • Kelas: Liliopsida (Tumbuhan dengan biji berkeping satu atau monokotil)
  • Ordo: Poales
  • Famili: Graminae atau poaceae
  • Genus: Saccharum
  • Spesies : Saccharum officinarum Linn.
  • Nama lokal: Tebu (Indonesia); tebu, rosan (Jawa); tiwu (Sunda); tebhu (Madura); tebu, isepan (Bali); teubee (Aceh); tewu (Nias, Flores); atihu (Ambon); tebu (Lampung).

Penyebaran dan Habitat

Tanaman tebu (Saccharum officinarum Linn.) telah dikenal sejak beberapa abad yang lalu oleh bangsa Persia, Cina, India, kemudian menyusul bangsa Eropa. Pada sekitar tahun 400-an tanaman tebu telah ditemukan tumbuh di Pulau Jawa dan Sumatera, dan dibudidayakan secara komersial oleh imigran Cina. Tebu termasuk dalam tumbuhan yang dapat ditanam di daerah tropis dan subtropis, lebih kurang pada daerah antara 39° LU dan 39° LS.

Di daerah tropis, tanaman tebu dibudidayakan di negara-negara seperti Thailand, Filipina, Malaysia, India, dan Indonesia. Sedangkan di daerah subtropis budidaya tebu banyak dijumpai di Amerika Tengah, Amerika Selatan, Australia, dan Hawai. Di Indonesia, sentra perkebunan tebu terutama di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Gorontalo.

Tebu dapat tumbuh dari dataran rendah hingga dataran tinggi pada ketinggian 1.400 mdpl, tetapi pada ketinggian mulai +1.200 mdpl pertumbuhan tebu akan lambat. Curah hujan yang optimum untuk tanaman tebu adalah 1.500-2.500 mm per tahun dengan hujan tersebar merata. Produksi yang maksimum dicapai pada kondisi yang memiliki perbedaan curah hujan yang ekstrim antara musim hujan dan musim kemarau. Suhu yang baik untuk tanaman tebu berkisar antara 24°C hingga 30°C, dengan kelembaban nisbi yang dikehendaki adalah 65-70%, dan pH tanah 5,5-7,0. Kecepatan angin yang optimum untuk pertumbuhan tebu kurang dari 10 km/jam, karena angin dengan kecepatan lebih dari 10 km/jam akan merobohkan tanaman tebu.

Tekstur tanah yang cocok untuk tanaman tebu adalah tekstur tanah ringan sampai agak berat dengan kemampuan menahan air yang cukup. Kedalaman (solum) tanah untuk pertumbuhan tanaman tebu minimal 50 cm dengan tidak ada lapisan kedap air. Syarat topografi lahan tebu adalah berlereng panjang, rata, dan melandai. Bentuk permukaan lahan yang baik untuk pertumbuhan tebu adalah datar sampai bergelombang dengan kemiringan lereng 0-8 %.

Deskripsi Botani

Batang. Tanaman tebu memiliki batang yang berbentuk tegak dan tidak memiliki cabang. Batang tanaman tebu dapat mencapai ketinggian 3 hingga 5 meter atau lebih. Tanaman tebu memiliki kulit batang berwarna hijau, merah tua, ungu, maupun kombinasi dari warna-warna tersebut. Pada batang tersebut terdapat lapisan lilin berwarna putih agak keabu-abuan. Lapisan lilin tersebut secara umum terdapat pada tanaman yang masih muda.

Daun. Daun yang dimiliki oleh tanaman tebu merupakan daun tidak lengkap, yaitu hanya terdiri dari helaian daun dan pelepah daun, dengan tidak dilengkapi oleh tangkai daun. Daun pada tanaman tebu berpangkal pada buku dari batang tanaman tebu dengan kedudukan berseling. Pelepah daun pada tanaman tebu memeluk batang yang semakin ke atas akan semakin sempit. Pada pelepah tersebut tedapat telinga daun dan bulu-bulu daun dengan pertulangan daun berbentuk sejajar. Panjang daun dapat mencapai panjang 1-2 meter dan lebar 4-8 cm dengan permukaan kasar dan berbulu.

Akar. Tanaman tebu memiliki sistem perakaran yaitu akar serabut dengan panjang dapat mencapai hingga 1 meter. Pada saat tanaman tebu masih berupa bibit atau pada saat tanaman tebu masih muda terdapat 2 macam akar pada tanaman tebu diantaranya yaitu akar tunas dan akar stek. Akar tunas sesuai dengan namanya yaitu berasal dari tunas, dengan berumur panjang dan tetap ada selama tebu masih tumbuh. Sedangakan akar stek berasal dari stek batang tanaman tebu, tidak dapat berumur panjang dan hanya ada pada saat tanaman tebu masih muda.

Bunga. Bunga yang terdapat pada tanaman tebu merupakan jenis bunga majemuk. Bunga tanaman tebu terdiri atas malai dengan pertumbuhan yang terbatas.Panjang dari bunga majemuk berkisar antara 70 hingga 90 cm. Masing – masing bunga pada tanaman tebu memiliki tiga daun kelopak, tiga benang sari, dua kepala putik dan satu daun mahkota.

Budidaya Tebu

Persiapan Lahan. Lahan yang digunakan untuk budidaya tanaman tebu dibajak terlebih dahulu dengan mengunakan traktor atau cangkul agar tanah menjadi gembur dan memudahkan proses perakaran pada tanaman tebu.Setelah itu dibuat bedengan dengan tinggi 40 cm dan lebar 50 cm, masing-masing jarak antar bedengan 45 cm.

Pemilihan Benih. Untuk medapatkan hasil panen tebu yang maksimal, diperlukan benih dari tanaman tebu yang berkualitas, benih atau bibit yang baik ditandai dengan bibit yang terlihat baik, tidak kisut atau kering, mata tunasnya masih dominan, tidak rusak dan segar. Selain itu primordial akar tanaman tebu belum tumbuh dan bebas dari berbagai penyakit pembuluh.

Penanaman. Benih yang sudah disiapkan, selanjutnya dimasukkan ke dalam lubang yang telah disiapkan dengan pola seperti sejajar zig zag. Mata tunas berada di samping agar pertumbuhannya menjadi serempak. Setelah itu tutup dengan tanah dan taburkan pupuk. Penanaman yang dilakukan pada saat musim kemarau atau pada tanah kering sebaiknya langsung dilakukan penyiraman.

Pemberian Pupuk. Pemupukan dilakukan dengan disebar di atas lahan tanaman tebu yang kemudian dilakukan penyiraman, pemupukan yang kedua dilakukan saat tanaman tebu berumur 2,5 bulan dengan cara ditebar di sisi tanaman dengan jarak dari batang tanaman sekitar 10 cm, dan kemudian lakukan penyiraman hingga penuh. Pemupukan yang terakhir dilakuka n pasaat tanaman tebu berumur 5 bulan.

Perawatan. Pada saat tanaman berumur 30 hari dan 2,5 bulan, tanaman harus dilakukan penyiangan dan dibersihkan dari gulma. Penimbunanan batang dan ipuk atau iruk kalen dilakukan dengan tujuan agar rendeman dari tanaman tebu dapat optimal. Sedangkan pada saat tanaman tebu berumur 5 bulan, 7 bulan serta 9 bulan tanaman tebu harus diklentek. Apabila tidak turun hujan, pengairan dapat dilakukan 2,5 bulan sekali, selain itu pengairan pada tanaman tebu juga dilakukan pada awal masa tanam dan dengan melihat kondisi lahan pada tanaman tebu.

Penyulaman. Setelah tanaman tebu ditanam 5 hingga 7 hari, maka dapat dilakukan penyulaman. Penyulaman yang pertama dilakukan pada saat tanaman tebu berumur 3 minggu dan memiliki daun 3 hingga 4 helai.Penyulaman yang berasal dari pucukan tebu atau ros dilakukan pada saat tanaman tebu berumur sekitar 1 bulan. Sedangkan penyulaman kedua harus selesai dilakukan sebelum pembubunan yang dilakukan bersamaan dengan penyiraman kedua yaitu pada saat tanaman tebu berumur 1,5 bulan. Selain itu apabila diperlukan dapat pula dilakukan penyulaman ekstra pada saat sebelum dilakukan pembubunan kedua.

Pemanenan. Pada saat tanaman tebu sudah berumur sekitar 12 bulan, maka dapat dilakukan pemanenan. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada bulan Mei hingga bulan September, sebab pada saat itu rendeman tebu berada dipuncaknya.

Manfaat Tebu

Tebu merupakan bahan baku pembuatan gula. Air perasan tebu juga dimanfaatkan sebagai salah satu minuman. Selain itu, tebu memiliki berbagai khasiat kesehatan karena kandungan tebu terdiri dari protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin B1, vitamin C. Beberapa khasiat tebu, antara lain dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, melawan kanker payudara, menguatkan gigi dan gusi, baik untuk penderita diabetes dan menghidrasi tubuh.

Selain manfaat bagi kesehatan, ampas tebu atau yang lazim disebut bagas juga dimanfaatkan dan diolah sebagai bahan baku pembuatan papan buatan.

Komposisi

Batang tebu mengandung air gula yang berkadar sampai 20%. Kandungan yang terdapat di dalam tebu diantaranya berbagai vitamin dan mineral yang diperlukan dan baik untuk tubuh. Tebu yang dibuat jus juga kaya akan kalasium, kalium, magnesium, zat besi, dan fosfor yang dapat membantu memulihkan vitamin yang hilang akibat demam.

Sumber Pustaka

  1. Situs: http://agroteknologi.web.id/
  2. Situs: http://digilib.unila.ac.id/
  3. Situs: http://repository.usu.ac.id/
  4. Situs: http://www.sitkes.com/

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s