Jalan-jalan ke Gunung Bromo


Halo sobat, bagaimana kabarnya? Semoga selalu dalam keadaan baik dan sehat, Amin!!!

Banyak hal-hal yang sudah dilalui, namun belum sempat saya tuliskan di blog ini. Sebenarnya bisa dianggap berita “kadaluarsa”, tapi rasanya ada yang kurang klo belum saya bagi di blog ini. Gak perlu basa basi lagi, tulisan ini saya mulai dari rencana jalan-jalan ke Gunung Bromo. Yup betul Gunung Bromo yang terkenal dengan kalderanya yang luas dan padang pasir berbisik.

Sedikit penjelasan tentang Gunung Bromo. Gunung Bromo merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif di Pulau Jawa dan berada pada ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut. Di sekitar Gunung Bromo, berdiam masyarakat dari suku Tengger. Bagi suku Tengger, Gunung Bromo dipercaya sebagai gunung suci. Setahun sekali suku Tengger mengadakan upacara Kasodo atau Yadnya Kasada yang bertempat di pura yang ada di kaki Gunung Bromo.

pura_gunung_bromo

Pura di kaki Gunung Bromo

Kembali ke cerita jalan-jalan, hehehe. Saya dan teman-teman berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta menuju Bandara Juanda di Surabaya via pesawat udara salah satu maskapai swasta yang terkenal dengan promo tiket murahnya. Namanya juga jalan-jalan hemat…..hehehe. Setibanya di Surabaya, kita lanjutkan perjalanan ke kota Batu menggunakan mobil travel. Di kota Batu kami menginap di salah satu villa dan tentu saja ongkos sewa villanya juga yang murah. Di kota Batu kami menyempatkan diri jalan-jalan ke Batu Night Spectacular (BNS) yang hanya buka pada malam hari. BNS merupakan salah satu tujuan wisata terkenal di kota Batu. Di area BNS terdapat berbagai wahana yang didominasi lampion berbagai warna seperti taman lampion, rumah hantu, sirkuit go kart, food court, air mancur dan ada juga kios yang menjual beraneka cinderamata khas kota Batu. Selesai berkunjung ke BNS, kami langsung kembali ke villa untuk beristirahat sambil menunggu waktu tengah malam.

foto_bersama_bns

Foto bareng di Batu Night Spectaculaer (BNS)

Pukul 12 malam, kami telah siap untuk memulai perjalanan ke Gunung Bromo. Dengan menggunakan mobil travel, kami memulai perjalanan menuju Gunung Bromo via Kota Malang. Sekira pukul 3 pagi kami tiba di pintu masuk Gunung Bromo. Begitu keluar dari mobil, kami langsung disambut udara dingin khas pegunungan…brrrrr. Mungkin, suhu udara saat itu berkisar 15 derajat celcius, cukup untuk membuat seluruh badan menggigil. Meskipun sudah mempersiapkan diri dengan jaket tebal, tetap saja udara dingin berasa menusuk seperti jarum.

Di pintu masuk kami bertemu dengan seorang agen perjalanan wisata Gunung Bromo (lupa namanya). Setelah menunggu beberapa lama, kami langsung menaiki mobil jip. Ada 3 mobil jip yang akan membawa kami ke penanjakan. Sekira 20 menit kami tiba di penanjakan, ternyata sudah banyak mobil jip lainnya yang sudah parkir di pinggir jalan. Kami pun melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.  Di sepanjang jalanan terdapat warung yang menjual suvenir kas Gunung Bromo, juga kopi atau teh dan jajanan makanan lainnya. Setelah sejenak menikmati teh panas, kami lanjutkan perjalanan ke puncak penanjakan.

Di puncak penanjakan ternyata sudah ramai orang-orang yang ingin menikmati sunrise. Ya, di puncak penanjakan kita bisa menikmati sunrise alias matahari terbit. Kesempatan ini tidak saya sia-siakan, saya langsung ambil posisi terdepan (cieee…emangnya balapan…hahaha). Gak sia-sia, posisi tepat di pinggir pagar berhasil saya dapatkan dan langsung bergaya layaknya fotografer profesional (lebay ya…hahaha) untuk berburu “matahari terbit”. Hampir bosan juga menunggu sang matahari menunjukkan kemegahannya, belum lagi udara dingin yang terus “menyerang”. Akhirnya, momen itu saya dapatkan juga. Jepret…jepret…jepret…horeeeeeee….hahaha. Bahagianya saya bisa mengabadikan momen sunrise dari puncak penanjakan. Berikut beberapa foto hasil jepretan saya sendiri.

DSC_0276

Sunrise dari Puncak Penanjakan Gunung Bromo

DSC_0242

Pemandangan Gunung Bromo (yang mengeluarkan kepulan asap) dan kaldera diamati dari Puncak Penanjakan.

keramaian_di_puncak_penanjakan

Keramaian di Puncak Penanjakan Gunung Bromo

prasati_objek_pengamatan

Prasasti yang menjelaskan objek pengamatan

Usai mengamati sunrise, kami lanjutkan perjalanan dan menyempatkan untuk berfoto di Bukit Cinta. Pemandangan dari Bukit Cinta tak kalah bagusnya, tentu saja objek yang diamati tetap Gunung Bromo, Gunung Semeru dan kalderanya. Selepas berfoto di Bukit Cinta, kami lanjutkan menjelajahi kaldera menuju padang rumput. Di area padang rumput kita bisa menjumpai bukit Teletubbies. Entah benar atau hanya sekedar candaan, yang jelas, pemandu kami memang menyebut bukit di depan kami adalah bukit Teletubbies….hahaha…nama yang unik.

Perjalanan kami lanjutkan ke bukit pasir berbisik….kayak judul film ya….hahaha. Yup, benar sekali, konon katanya di bukit ini pernah dilakukan shooting film berjudul sama (red: pasir berbisik). Di bukit pasir berbisik, saya merasakan kesan yang berbeda, berasa di gurun pasir di daratan arab…..halahhh….

Usai dari pasir berbisik, kami lanjutkan perjalanan menuju puncak Gunung Bromo. Di kaki gunung telah menunggu penyedia jasa tunggangan kuda yang akan membawa ke puncak. Saya langsung mencari kuda yang kuat menanggung bobot saya, maklum saya menyadari bobot saya yang cukup berlebih….hahaha… Kesan yang luar biasa saya rasakan saat menunggang kuda apalagi “diserang” hembusan pasir, serasa seorang petualang….hahaha. Sebelum mencapai puncak ada tangga menuju puncak Gunung Bromo dan saya meninggalkan kuda bersama penjaganya, dan saya lanjutkan berjalan meniti tangga menuju puncak. Tiba di puncak, aroma belerang terasa menyengat. Dari pinggir kawah saya terus dibuat kagum karena pemandangan yang sungguh luar biasa. Hati pun bergumam, “Luar biasa ciptaan Tuhan”. Tak lama kami di puncak, segera kami turun dan kembali ke kaki gunung. Mobil jip masih menunggu dan kami akhiri perjalanan di kaldera, kembali ke pintu masuk Gunung Bromo. Setelah beristirahat sejenak kami pun melanjutkan perjalanan kembali ke villa untuk beristirahat.

DSC_0412

Bukit pasir berbisik.

DSC_0439

Menunggang kuda menuju puncak Gunung Bromo.

DSC_0445

Meniti tangga menunggu puncak Gunung Bromo.

Kembali ke Kota Batu, kami sempatkan mengunjungi Taman Bunga Selecta. Ya sesuai namanya, taman bunga, ada beraneka ragam bunga dengan berbagai warna. Tak lama, hanya sekedar bersantai dan menikmati jagung bakar. Kembali ke villa, sisa hari kami habiskan hanya untuk beristirahat, menghilangkan lelah perjalanan seharian dari Gunung Bromo sampai Taman Bunga Selecta.

Esok harinya, hari terakhir perjalanan tur Bromo. Di perjalanan menuju Surabaya, kami sempatkan mengunjungi objek wisata air terjun Cobandrondo. Cukup menyegarkan menikmati aroma air terjun dan menyejukan merasakan tempias air terjun yang menghantam bebatuan. Sebelum berangkat, kami pun menikmati jagung bakar khas Cobanrondo.

Selepas dari Cobanrondo, kami sempatkan singgah di Kusuma Agrowisata. Disini kami bisa memetik sendiri buah apel, jambu biji dan stroberry. Di akhir wisata buah kami disuguhkan jus jambu. Yaaa, meskipun disuguhkan dalam gelas kecil, tapi cukup nikmat ditengah hari yang terik.

air_terjun_cobanrondo

Air terjun Cobanrondo

Demikian cerita panjang nan padat dan jelas……halahhhh…..hahaha…. Dan akhirnya kami pun kembali ke Jakarta. Dengan membawa oleh-oleh lelah dan pegal-pegal di badan, tapi hati terpuaskan dengan pengalaman yang luar biasa. Sungguh, perjalanan yang sangat berkesan. [dtz]

4 responses to “Jalan-jalan ke Gunung Bromo

  1. mantap banget crtnya..thx ya buat infonya..mudah2an saya jd bisa kesana pertengahan thn ini…mudah2an budget tersedia..🙂
    btw, pada masih pake kartu nama dr kertas? ayo ganti dgn kartu nama online, taruh/embed kartu nama di blog/website dgn mudah, buat dan bertukar kartu nama di berkenalan.com: https://berkenalan.com

    • klo berangkat dari jakarta dengan asumsi penerbangan dapat tiket promo, menginap di villa dan berangkat bersama rombongan sekitar 10 orang diperkirakan dengan budget 1,5 jt/orang sudah cukup untuk menikmati suasana bromo😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s