Trembesi / Ki Hujan (Albizia saman)


Pohon Trembesi / Ki Hujan (Albizia saman)

Pohon Trembesi / Ki Hujan (Albizia saman) (Foto: Desli Zendrato)

Klasifikasi Ilmiah

  • Kerajaan : Plantae
  • Divisi : Magnoliophyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Ordo : Fabales
  • Famili : Fabaceae
  • Upafamili : Mimosoideae
  • Genus : Albizia
  • Spesies : Albizia saman (Jacq.) Merr
  • Sinonim : Samanea saman
  • Nama daerah : Kayu Ambon (Melayu), Trembesi, Munggur, Punggur, Meh (Jawa), Ki Hujan (Sunda)

Penyebaran dan Habitat

Trembesi merupakan tanaman asli yang berasal dari Amerika tropis seperti Meksiko, Peru dan Brazil namun terbukti dapat tumbuh di berbagai daerah tropis dan subtropis. Trembesi tersebar luas di daerah yang memiliki curah hujan rata-rata 600-3000 mm/tahun pada ketinggian 0-300 mdpl. Trembesi dapat bertahan pada daerah yang memiliki bulan kering 2-4 bulan, dan kisaran suhu 20oC-38oC. Pertumbuhan pohon trembesi optimum pada kondisi hujan terdistribusi merata sepanjang tahun. Trembesi dapat beradaptasi dalam kisaran tipe tanah dan pH yang tinggi. Tumbuh di berbagai jenis tanah dengan pH tanah 6,0-7,4 Meskipun disebutkan toleran hingga pH 8,5 dan minimal pH 4,7. Jenis ini memerlukan drainasi yang baik namun masih toleran terhadap tanah tergenang air dalam waktu pendek (Nuroniah dan Kosasih, 2010).

Pemanfaatan

Meskipun pohon Trembesi tidak sepopuler tanaman hutan industri seperti sengon dan jabon, namun tanaman ini memili banyak manfaat, baik bagi manusia maupun alam secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa manfaat pohon Trembesi, sehingga tanaman hutan ini layak untuk ditanam dan dilestarikan keberadaannya, yaitu:

  • Pohon Trembesi merupakan tanaman pelindung yang baik. Pohonnya yang tinggi, tajuknya yang lebar dan daunnya yang lebat membuat tanaman ini cocok di tanam di pinggir jalan atau pekarangan rumah yang luas sebagai pohon pelindung. Di Madagaskar, pohon Trembesi ditanam tumpang sari dengan tanaman perkebunan yang membutuhkan pohon pelindung seperti kakao, kopi, patchouly dan vanila.
  • Mengurangi pencemaran udara dan melindungi alam dari ancaman pemanasan gobal. Pohon Trembesi dengan daunnya yang lebat merupakan penyerap karbondioksida yang sangat baik. Menurut penelitian Dr. Ir. Endes N. Dahlan, Dosen Fakultas kehutanan Institut Pertanian Bogor, satu batang pohon Trembesi dewasa berpotensi menyerap 28 ton karbondioksida per tahun. Sehingga, keberadaan tanaman ini di pinggir-pinggir jalan dan taman-taman di pusat kota sangat diperlukan. Pohon Trembesi tidak hanya menyerap karbondioksia, akan tetapi juga menyuplai oksigen melalui stomata daunnya dan memberikan kesejukan serta perlindungan dari sengatan matahari.
  • Batang pohon Trembesi yang panjang dan kokoh sangat bagus digunakan sebagai bahan bangunan. Namun, kurang cocok digunakan sebagai bahan kerajinan.
  • Bijinya sering dibuat sebagai snack atau makanan ringan seperti kwaci. Selain itu buahnya berkhasiat sebagai obat pencuci perut dengan cara meminum air hasil seduhan dengan air panas.
  • Daun dan akarnya juga berkhasiat sebagai obat. Daun pohon Trembesi dipercaya berkhasiat mengobati penyakit kulit. Sementara akarnya berkhasiat sebagai obat tambahan untuk mencegah kanker.

Deskripsi Botani

Trembesi dapat mencapai ketinggian rata rata 30-40 m dan mahkota pohon mencapai 40-60 m. Bentuk batangnya tidak beraturan kadang bengkok, menggelembung besar. Daunnya majemuk mempunyai panjang tangkai sekitar 7-15 cm, sedangkan pada pohon yang sudah tua berwarna kecokelatan dengan permukaan kulit sangat kasar dan terkelupas

Buah pohon trembesi bentuknya panjang lurus agak melengkung mempunyai panjang sekitar 10-20 cm dengan lebar 1,5-2 cm tebalnya sekitar 0,6 cm. Buahnya berwarna cokelat kemerahan sangat lengket dan manis berisi sekitar 5-25 biji dengan panjang 1,3 cm

Daun trembesi sesuai dengan namanya dapat melipat pada musim hujan dan di malam hari sehingga pohon ini juga dinamakan pohon pukul 5. Kulit pohon hijan ini berwarna abu-abu kecokelatan pada pohon muda yang masih halus, sementara lebar daunnya sekitar 4-5 cm berwarna hijau tua, pada permukaan daun bagian bawah memiliki warna beludru, kalau di pegang terasa lembut.

Trembesi berbunga pada bulan Mei dan Juni. Bunga berwarna putih dan bercak merah muda pada bagian bulu atasnya. Panjang bunga mencapai 10 cm dari pangkal bunga hingga ujung bulu bunga. Tabung mahkota berukuran 3,7 cm memiliki kurang lebih 20-30 benang sari yang panjangnya sekitar 3-5 cm. Bunga menghasilkan nektar untuk menarik serangga guna berlangsungnya penyerbukan

Bunga Trembesi

Bunga Trembesi (Foto: http://www.syedgarden.in)

Daun Trembesi

Daun Trembesi (Foto: http://www.syedgarden.in)

Perbanyakan Tanaman

1. Pembibitan Biji Tanpa Perlakuan

Perkecambahan biji akan tumbuh dengan baik sekitar 36-50% tanpa perlakuan. Perkecambahan biji yang tidak diperlakukan akan tumbuh di tahun pertama penyimpanan biji (seed storage).

2. Pembibitan Biji Dengan Perlakuan

Pembibitan biji dapat dilakukan dengan memberi perlakuan tertentu pada biji trembesi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan lebih cepat. Adapun perlakuan untuk mendpatkan hasil yang lebih baik yaitu:

  • Memasukan biji dalam air selama 1-2 menit dengan suhu 800C (1760F) dengan volume air 5 kali lebih banyak dari volume biji;
  • Aduk biji kemudian keringkan;
  • Rendam biji dalam air hangat dengan suhu 30-400oC (86-104oF) selama 24 jam.

Metode seperti ini akan membantu perkecambahan biji 90-100%. Skarifikasi biji (pengelupasan) akan tampak 3-5 hari setelah perlakuan dengan menyimpannya dalam tempat teduh dengan pemberian air yang konstan untuk membantu pertumbuhan biji.

Biji sudah siap untuk ditanam setelah perkecambahan. Saat itu panjang kecambah 20-30 mm. Bibit yang mempunyai diameter > 10 mm dapat lebih bertahan dari air hujan. Perkiraan ukuran bibit saat penanaman yaitu ketika mempunyai tinggi sekitar 15-30 cm (6-12 inchi) dengan panjang akar sekitar 10 cm (4 inchi). Diameter batang dari bibit harus mencapai 5-30 mm. Penanaman ini dapat dilakukan di pasir (tempat pembibitan) atau di tanam di polibag yang berukuran 10×20 cm dengan komposisi 3 : 1 : 1 (tanah : pasir : kompos)

Perawatan bibit diperlukan untuk menjaga bibit agar bisa tumbuh besar terutama dari serangan hama dan terpaan angin. Perawatan ini dilakukan sampai trembesi menjadi lebih tinggi dan siap untuk melindungi.

Sumber Pustaka

  1. Lubis, Y. A., 2013. Pengaruh Lama Waktu Perendaman dengan Air Terhadap Daya Berkecambah Trembesi (Samanea saman). Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung.
  2. Situs: http://id.wikipedia.org/wiki/Ki_hujan
  3. Situs: http://alamendah.org/2009/12/26/pohon-trembesi-ki-hujan-serap-28-ton-co2/
  4. Situs: http://bibithijau.blogspot.com/2014/01/karakteristik-pohon-trembesi-ki-hujan.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s