Kersen (Muntingia calabura L.)


Kersen (Muntingia calabura L.)

Kersen (Muntingia calabura L.) (Foto: Desli Zendrato)

Klasifikasi Ilmiah

  • Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
  • Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
  • Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
  • Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
  • Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)
  • Sub Kelas: Dilleniidae
  • Ordo: Malvales
  • Famili: Elaeocarpaceae
  • Genus: Muntingia
  • Spesies: Muntingia calabura L.
  • Nama lokal: seri, kersen, keres (Indonesia); talok (Jawa); baleci (Madura); ceri (Sunda)
  • Nama lain: datiles, aratiles, manzanitas (Filipina); mât sâm (Vietnam); khoom sômz, takhôb (Laos); takhop farang (Thailand); krâkhôb barang (Kamboja); kerukup siam (Malaysia); capulin blanco, cacaniqua, nigua, niguito (bahasa Spanyol); Jamaican cherry, Panama berry, Singapore cherry (Inggris); dan Japanse kers (Belanda)

Deskripsi Botani

Kersen tergolong pohon kecil hingga sedang, tinggi mencapai 12 m, pohon kebanyakan berupa perdu yang besar, batang kadang lurus, bebas cabang relatif penek, pangkal batang biasanya sedikit berbanir. Kayu tersasnya sangat keras, agak liat berwarna coklat, tajuk selalu hijau, percabangan mendata membentuk naungan, ranting berambut halus. Daun letak berseling mendatar, bentuk lanset, ujung runcing, ukuran daun 1-4 x 4-14 cm, permukaan bawah berbulu. Bunga dalam berkas berisi 1-3 kuntum, terletak di ketiak sebelah atas daun, bertankai panjanga, berkelamin dua, mahkota bertepi rata, bundar telur terbalik, putih tipis, benangsari berjumlah banyak 10 sampai lebih 100 belai. Pada umumnya hanya satu dua bunga yang menjadi buah dalam tiap berkasnya.

Buah kersen termasuk buah buni bertangkai, bentuk bulat, warna buah masak merah, diameter 1-1,5 cm. Biji terdapat di dalam daging seperti pasir, dalam buah terdapat beberapa ribu biji yang kecil. Jumlah buah masak terdapat 624-630 butir/kg.

 

Profil Daun, Bunga dan Buah Kersen

Profil Daun, Bunga dan Buah Kersen (Gambar: http://commons.wikimedia.org)

Buah Kersen

Buah Kersen (Foto: Leonardo L. Co, http://www.phytoimages.siu.edu)

Penyebaran dan Habitat

Tanaman ini berasal dari Amerika tropis (Meksiko selatan, Karibia sampai ke Peru dan Bolivia). Kersen dibawa masuk ke Filipina akhir abad 19, hingga tersebar di seluruh kawasan tropika Asia. Jenis ini terdapat di sebagian barat Semenanjung Malaysia, Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Kersen tumbuh liar di tempat terbuka dan perbukitan terbuka, di tepi-tepi jalan, tepi-tepi sungai juga dataran rendah yang drainasenya baik, dan pada tanah liat berpasir. Kersen tumbuh mengelompok dan tersebar, pada umumna tumbuh pada ketinggian hingga 1.000 mdpl, tumbuh baik pada tanah pH 5,5-6,5. Kersen banyak ditanam sebagai pohon buah dan pelindung.

Perbanyakan Tanaman

Perbanyakan kersen dapat dilakukan secara generatif (biji). Buah kersen yang matang secara fisiologis ditandai dengan buah berwarna merah. Pengunduhan buah matang dengan cara dipetik atau memungut buah yang sudah jatuh ke lantai tanah. Buah masak yang telah diunduh dipilih dan kemudian dikremas-kremas menggunakan kain kasa, daging buah yang menyelimuti bijinya dibersihkan, dicuci bersih lalu dikumpulkan ke dalam wadah dan siap langsung untuk disemaikan.

Benih kersen termasuk kelompok benih rekalsitran sehinggga benih tidak mampu di simpan lama. Daya kecambah dapat mencapai 70%. Benih kersen tidak memiliki masa dormansi, sehingga tidak diperlukan perlakuan pendahuluan.

Benih yang dapat langsung dikecambahkan/disemaikan pada bedeng pasir (1:1). Sebelum disemai, benih ditiriskan kemudian benih ditabur pada bak kecambah yang sudah terisi media. Penyapihan dilakukan setelah bibit memiliki 2 daun atau tinggi mencapai 5 cm, kemudian disapih/dipindah ke dalam kantong plastik ukuran 10 x 15 cm yang sudah diisi media. Media sapih dengan campuran kompos, pasir dan tanah (1:2:7). Penyiraman dilakukan setiap pagi jam 9.00 dan sore jam 16.00.

Pemanfaatan

Buah kersen dapat dikonsumsi langsung. Buah kersen juga dapat diolah menjadi sirup buah kersen yang segar. Daun kersen juga dapat diolah menjadi teh yang sangat berkhasiat bagi kesehatan tubuh. Cara pembuatannya cukup sederhana, cukup dengan mengeringkan daun kersen lalu seduh dengan air panas. Air panas yang tadinya bening akan berubah seperti air teh pada umumnya. Air hasil seduhan daun kersen berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi.

Kandungan nutrisi buah kersen tidak kalah dengan buah yang lain misalnya mangga. Kandungan vitamin C buah mangga 30 mg, sedangkan buah kersen 80,5 mg, kandungan kalsium buah kersen 124,6 mg, jauh lebih banyak dari buah mangga yang hanya 15 mg.

Manfaat buah kersen antara lain:

  1. Kandungan vitamin C pada buah kersen ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan dapat meningkatkan metabolisme dalam tubuh.
  2. Buah kersen mengandung vitamin A yakni betakaroten tinggi yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan berguna untuk kesehatan mata dan kulit tubuh.
  3. Buah kersen atau kersen dapat mencegah asam urat serta dapat mengurangi rasa nyeri akibat asam urat.
  4. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa kadar kolestrol dapat diturunkan dengan mengonsumsi bunga dari buah kersen.
  5. Di negara Peru daun buah kersen sudah biasa digunakan untuk mengobati radang dan sakit kepala.

Referensi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s